Paradigma

Paradigma
Apa yang Anda lihat? Seorang gadis atau seorang wanita tua? Ini sangat penting. Karena hidup berjalan sebagaimana kita memandangnya..

Sabtu, 06 Desember 2008

Mimpi Sang Raja

Alkisah, suatu malam seorang raja terbangun dari tidurnya. Rupanya, sang raja baru saja mendapat mimpi buruk. Sang raja berteriak memanggil hulubalang. “Hulubalang… panggil peramal istana sekarang juga. Cepat!”
Tak lama, seorang peramal kerajaan menghadap. Raja langsung membeberkan mimpinya dan meminta si peramal mengartikannya. “Aku bermimpi aneh sekali. Dalam mimpi itu, gigiku tanggal semua. Pertanda apa ini?” Tanya sang raja. Setelah mengadakan perhitungan penanggalan secara cermat dan teliti, dengan sedih si peramal berkata, “Mohon ampun, Baginda… Dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan, bahwa kesialan akan menimpa Baginda. Karena, setiap gigi yang tanggal itu berarti seorang anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia. Berarti semua anggota keluarga Baginda akan meninggal.”
Raja langsung merah padam mukanya. Raja memerintahkan supaya peramal itu dihukum cambuk badan 20 kali. Hukuman pun segera dilaksanakan. Walau begitu, kegundahan hati sang raja tidak juga mereda. Lalu sang raja memerintah hulubalang untuk memanggil peramal yang lain. Segeralah seorang peramal baru datang.
Kali ini, setelah mendengar penuturan mimpi sang raja, peramal itu tersenyum. “Baginda Raja… dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan bahwa Baginda adalah orang paling beruntung di dunia. Paduka berumur panjang dan akan hidup lebih lama dari semua sanak keluarga Baginda,” kata peramal. Mendengar perkataan peramal tersebut, secercah senyum mengembang di muka sang raja. Sang raja sangat senang dengan perkiraan peramal tadi. “Kamu memang peramal pandai dan hebat. Sebagai hadiah atas kehebatanmu, aku hadiahkan lima keping emas untukmu. Terimalah…”
Setelah peramal itu pergi, sang raja bertanya kepada penasihat istana mengenai kualitas dan keakuratan kedua peramal tadi. Penasihat istana yang menyaksikan peristiwa tersebut dengan bijaksana berkata, “Baginda… Peramal pertama mengartikan tanggalnya gigi baginda sama artinya dengan meninggalnya kerabat Baginda. Sementara peramal kedua mengartikan Baginda berumur lebih panjang dibandingkan kerabat Baginda,” kata si penasihat istana, Raja mendengarkan dengan seksama. “sesungguhnya, kedua peramal itu menyatakan hal yang sama. Yaitu, semua kerabat Baginda akan meninggal lebih dulu, dan Baginda seoranglah yang hidup lebih lama,” penasihat melanjutkan.
Kemudian, ia menyimpulkan, “jadi sebenarnya, kedua peramal tadi mempunyai kualitas yang setara. Yang membedakan hanyalah cara penyampaian mereka. Peramal pertama berbicara tanpa memikirkan dampak negatifnya. Sementara peramal kedua menjawab dengan cerdik dan bijak sehingga Baginda senang dan memberinya hadiah.”

disadur dari buku 15 WISDOM SUCCESS
karya Andrie Wongso

Tidak ada komentar: